Tampilkan postingan dengan label Renungan kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan kata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

kata mutiara


Milikilah hati yang tak pernah membenci, Milikilah senyum yang tak pernah memudar
Milikilah kata yang tak pernah menyakiti, Perhiasan terindah adalah kerendahan hati
Kasih yang teruji adalah kesetiaan, Kekayaan terbesar adalah kebijaksanaan
Harta terbaik adalah kejujuran, Senjata terkuat adalah kesabaran
Pengaman terpenting adalah iman, Obat termanjur adalah Do’a........

Jika semua yang kita inginkan harus kita miliki, dari mana kita belajar keikhlasan ?
jika semua yang kita mau harus terpenuhi, dari mana kita belajar kesabaran ?
jika do’a kita langsung dikabulkan, dari mana kita belajar memaksimalkan kemampuan yang diberikan pada kita ?
jika kehidupan kita langsung bahagia, dari mana kita mengenal Allah lebih dekat ?
tetap yakin bahwa segala ketentuannya adalah yang terbaik untuk kita. Dia-lah Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-Nya.

Aku mohon kepada Allah setangkai bunga segar, Ia beri aku kaktus berduri.
Aku mohon keepada Allah bintang mungil nan cantik, Ia beri aku ulat berbulu.
Aku sempat sedih dan kecewa, betapa tidak adiknya ini, namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah sekali, dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik.
Itulah jalan Allah, indah pada waktunya, Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi ia memberi apa yang kita butuhkan.

Jumat, 21 Oktober 2011

Renungan 2


Sesungguhnya kita semua mengalir bersama waktu dan sebagian dari kita sedang merugi karena tidak menjaga hati, pikiran dan tindakannya untuk berirama dengan waktu.
Kehidupan ini ibarat musik, yang iramanya bukan hanya terdengar indah, tapi juga terlihat dan terasa damai dan agung jika jiwamu bergetar senada dengan langkah agung waktu.
Maka, bermimpilah, berdo’alah, tersenyumlah dan dekatkan dirimu denga tuhan-Mu karena hanya Allah semata yang bisa menolong kita didunia dan diakhirat-Nya

Minggu, 16 Januari 2011

Renungan 1


Dari air kita belajar ketenangan
Dari batu kita belajar ketegaran
Dari tanah kita belajar kehidupan
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri
Dari padi kita belajar rendah hati
Dari Allah kita belajar tentang kasih sayang yang sempurna
Melihat ke atas, memperoleh semangat untuk maju
Melihat ke bawah, bersyukur atas semua yang ada
Melihat ke samping semangat kebersamaan
Melihat kebelakang sebagai pengalaman berharga
Melihat ke dalam untuk introspeksi diri
Melihat ke depan untuk lebih baik dari hari kemarin

Kamis, 06 Januari 2011

mutiara kata


- Jika engkau miskin bersyukurlah karena engkau akan sedikit    mempertanggungjawabkan hartamu
Jika engkau kaya bersyukurlah karena engkau mempunyai banyak kesempatan beramal
Apapun yang terkadang kita anggap kekurangan itu rahmat jika kita mensyukurinya
Apapun yang kita anggap nikmat bisa jadi azab jika kita tidak mensyukurinya.

- Jadilah Bintang Berendah dirilah, Engkau akan menjadi bintang, menelipkan cahaya dipermukaan air, padahal diatas, jangan jadi seperti asap, membumbung dengan sendirinya melintasi lapis-lapis udara, namun ia rendah.

Kamis, 16 Desember 2010

Renungan 3

Tetaplah berdiri tegak diatas akar KERENDAHAN HATI
Disana akan tumbuh BATANG KETULUSAN
Bersama DAHAN-DAHAN KEJUJURAN
Bersama dahan-dahan kejujuran yang melahirkan RANTING-RANTING KERJASAMA
Pada ranting-ranting kerjasama itulah DAUN-DAUN PENGORBANA tumbuh
Dan BUNGA-BUNGA CINTA/KEBAHAGIAAN mekar
Akan tiba saatnya pula
Bahwa bunga-bunga yang indah berganti rupa menjadi BUAH-BUAH KEBAJIKAN yang dinikmati dunia
Biarlah daun-daun pengorbananmu gugur
Satu tumbuh seribu
Agar menjadi pupuk bagi akar KERENDAHAN HATIMU

kata nasehat

Janganlah engkau berkawan dengan orang yang bodoh, berhati-hati dan waspadalah kamu terhadapnya betapa banyak orang bodoh yang membinasakan, ia hanya menjadi santun saat berjanji
Manusia dilihat dengan (melihat) manusia lain (saudaranya), jika yang satu menjadi raja, maka yang satunya lagi akan seperti raja 
Sesuatu dinilai dengan sesuatu, dilihat dari keseimbangan dan keserupaannya hati dinilai dengan hati pula, dilihat dari petunjuk yang diberikannya pada saat keduanya berjumpa
Ali bin Abi Thalib)