Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu
Minggu, 11 Desember 2011
geisha - Pilihan hatiku
Berdiri ku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimu
Dan selalu tuk mu
Reff :
Terlukis indah raut
Wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah
Yang hanya untukmu…
Tertulis indah puisi cinta
Dalam hatiku
Dan aku yakin kau memang
Pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimu
Dan selalu tuk mu
Reff :
Terlukis indah raut
Wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah
Yang hanya untukmu…
Tertulis indah puisi cinta
Dalam hatiku
Dan aku yakin kau memang
Pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Wanita
Hal terindah dari wanita adalah
Bukan saat ketika ia tersenyum karena bahagian, tetapi saat butiran air matanya jatuh dalam do’a.
Bukan karena kata-katanya yang indah, tetapi pada saat ia diam dalam dzikir,
Bukan karena kecantikannya yang mempesona, tetapi karena sujud dan rukunya yang tak terhenti.
Bukan karena keelokan tubuhnya yang ia pamerkan, melainkan karena keteguhannya dalam menaga auratnya. “Maka ia adalah permata yang dirindu dan embun yang dinanti, bahkan bidadaripun cemburu padanya”.
Minggu, 04 Desember 2011
BERSYUKUR DALAM KEADAAN APAPUN
Berburu merupakan kebiasaan kaum bangsawan yang sudah mentradisi pada setiap negeri, pada saatu waktu seorang pangeran dari salah satu negeri yang cukup makmur hendak mengadakan perjalanan untuk melakukkan perburuan. Dikumpulkannylah beberapa prajurit untuk mengawal dan seorang penasehat pribadi yang setia pun ikutserta dalam perjalanan itu.
Esok harinya, perjalanan pun dimulai. Selepas dari gerbang istana kerajaan, rombongan harus melakukan perjalanan melalui pemukiman penduduk yang luas sehingga cukup banyak memakan waktu. Setelah tiba di ujung perkambungan barulah rombongan mulai memasuki hutan dan masuk kedalam dengan harapan akan menemukan binatang buruan. Perjalanan sudah sekian jauh memasuki hutan belantara namun belum ada satupun binatang buruan yang mereka jumpai.
Tiba-tiba terdengan suara kuda meringkik keras disertai jeritan Sang Pangeran. Seketika rombongan terhenti, Penasehat pribadi pangeran segera memeriksa apa yang terjadi. Ternyata kuda yang ditunggangi pangeran tergelincir dan terperosok ke dalam lubang. Pangeran terjaduh dan menyebabkan salah satu jari kakinya patah sehingga membuat dia cacat.
Akibat kejadian itu merekapun bergegas untuk kembali ke istana. Sepanjang perjalanan pulang sang pangeran menahan perih karena salah satu jari kakinya patah, ia mengeluh mengadu kesakitan pada penasehatnya. Sang penasehat dengan tenang menyabarkan hati pangeran, “sabarlah paduka, anda harus bersyukur karena hanya jari kaki tuan saja yang patah”. Mendengar itu murkalah sang pangeran, dan berkata “hai penasehat, nanti kalau kita sudah sampai di istana, itu pertana pengambidanmu sudah berakhir. Kamu saya pecat! Mengapa jari kaki saya patah kau suruh aku bersyukur? Dengan nada rendah penasehat menjawab, “Baiklah, hamba terima, namun sekali lagi saya sarankan agar pangeran bersyukur”.
Waktu sudah lama berlalu, dan sudah lama pula sang pangeran tidak melakukan perburuan sehingga membuatnya rindu. Maka berangkatlah pangeran untuk melakukan perburuan, tetapi kali ini pangeran tidak membawa rombongan, ia hanya didampingi penasehat pribadinya yang baru. Saat dalam perburuan, alangkah terkejutnya pangeran ketika tiba-tiba dia dan penasehat sudah dikepung oleh sekelompok suku pedalaman yang liar dan bringas yang akan menyerang dan merampas siapa saja yang ditemuinya di hutan. Pertempuran pun tak bisa dihindari dan sang pangeran serta penasehat berhasil ditawan. Suku pedalaman segera melakukan sesembahan karena telah berhasil mendapat tawanan manusia.
Maka dimulailah acara ritual sesembahan. “Siapa pangeran di antara kalian berdua?” tanya kepala suku. Dengan tegas penasehat pribadi menjawab, “Dia Pangeran”, sambil menunjuk ke arah pangeran. “Baik” ujar kepala suku, “Bawa dia ke meja persembahan! “Maka mulailah pangeran diikat di atas meja sesembahan. Tiba-tiba kepala suku kaget, karena ternyata terdapat cacat di bagian jari kaki pangeran. “Dia tidak sempurna ! Dia cacat!” teriak kepala suku. “Engkau telah berbohong”, sambil menunjuk ke arah penasehat. “Tangkap dan ikat dia dan usir orang cacat ini!”.
Inilah hikmah mengapa penasehat yang dulu menyarankan agar pangeran bersyukur. Sang pangeran pun merasa bersalah hingga ia bermaksud meminta ma’af dan mencari penasehatnya dulu agar kembali mengabdi di istana.
Dalam menghadapi berbagai hal yang menimpa kita baik suka maupun duka, kita harus pandai mengambil hikmah dan senantiasa bersyukur.
Kamis, 27 Oktober 2011
Selamat Berjuang
Artist: Brothers
Malam Siang Berlalu
Gerhana Kesayuan
Tiada Berkesudahan
Detik Masa Berlalu
Tiada Berhenti Oh Syahdunya
Sejenak Kuterkenang
Hakikat Perjuangan
Penuh Onak Dan Cabaran
Bersama Teman-Teman
Harungi Kehidupan Oh Indahnya
Berat Rasanya Di Dalam Jiwa
Untuk Melangkah Meninggalkan Semua
Kasih Dan Cinta Yang Terbina
Ia Akan Selamanya
Selamat Berjuang Sahabatku
Semoga Allah Berkatimu
Kenangan Indah Bersamamu
Takkan Ku Biar Ia Berlalu
Berjuanglah Hingga Ke Akhirnya
Dan Ingatlah Semua Ikrar Kita
Hati Ini Sayu Mengenangkan
Sengsara Di Dalam Perjuangan
Jiwa Ku Merana Dan Meronta Mengharapkan
Kedamaian Dan Jua Ketenangan
Tetapi Ku Akur Pada Hakikat
Suka Dan Duka Dalam Perjuangan
Perlu Ketabahan Dan Kekuatan
Gerhana Kesayuan
Tiada Berkesudahan
Detik Masa Berlalu
Tiada Berhenti Oh Syahdunya
Sejenak Kuterkenang
Hakikat Perjuangan
Penuh Onak Dan Cabaran
Bersama Teman-Teman
Harungi Kehidupan Oh Indahnya
Berat Rasanya Di Dalam Jiwa
Untuk Melangkah Meninggalkan Semua
Kasih Dan Cinta Yang Terbina
Ia Akan Selamanya
Selamat Berjuang Sahabatku
Semoga Allah Berkatimu
Kenangan Indah Bersamamu
Takkan Ku Biar Ia Berlalu
Berjuanglah Hingga Ke Akhirnya
Dan Ingatlah Semua Ikrar Kita
Hati Ini Sayu Mengenangkan
Sengsara Di Dalam Perjuangan
Jiwa Ku Merana Dan Meronta Mengharapkan
Kedamaian Dan Jua Ketenangan
Tetapi Ku Akur Pada Hakikat
Suka Dan Duka Dalam Perjuangan
Perlu Ketabahan Dan Kekuatan
Rasulullah
Artis : Hijaz
Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuli lembaran sirahmu
Pahit getir pengorbananmu
Membawa cahaya kebenaran
Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umatmu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya
Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlakmu
Tidak terbalas segala jasamu
Sesungguhnya engkau rasul mulia
Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir namamu di dalam Al-Quran
Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajahmu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamal sunnahmu
Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela
Kami susuli lembaran sirahmu
Pahit getir pengorbananmu
Membawa cahaya kebenaran
Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umatmu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya
Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlakmu
Tidak terbalas segala jasamu
Sesungguhnya engkau rasul mulia
Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir namamu di dalam Al-Quran
Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajahmu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamal sunnahmu
Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela
Rabu, 26 Oktober 2011
AIR MATA YANG TERSENYUM
Alkisah, seorang lelaki bernama Abu hasan ketika sedang thawaf bertemu dengan seorang wanita yang wajahnya bersinar dan berseri-seri, padahal ia dalam keadaan duka yang sangat mendalam.
Wanita tersebut bercerita, ketika seuaminya menyembelih seekor kambing, anak laki-lakinya yang masih kecil memperhatikannya dengan seksama. Tiba-tiba saja ia memiliki ide untuk mempraktikan apa yang dilihatnya pada adiknya. Ia pun menghampiri si adik dan berkata, “Maukah aku tunjukan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing?”. Adiknya mengiyakan serta menuruti perintah sang kakak untuk berbaring. Saat adik sedang berbaring sang kaka pun langsung menyembelih leher sang adik.
Bukan main terkejut si kakak melihat kucuran darah yang tak habis-habis dari leher si adik. Ia pun lari dan bersembunyi dibalik bukit. Namun malang, disana ia bertemu seekor serigala yangg kemudian memangsanya hingga mati.
Sang ayah yang mengetahui kejadian itu langsung mencari sang anak. Tetapi sepanjang perjalanan ia tak keunjung bertemu sang anak. Hingga akhirnya ia pun mati kehausan. Sementara sang istri atau wanita tersebut menanti kedatangan suaminya, karena tak kunjung datang ia pun memutuskan untuk mencari suaminya.
Saat mencari suami, anaknya sang bayi yang ia tinggal dirumah merangkak menuju periuk berisi air panas. Ditariknya periuk itu dan tumpahlah semua air panas menyiram sekujur tubuh mungilnya sampai kulit tubuhnya melepuh. Sang bayi pun tewas saat itu juga.
Sementara sang anak yang telah menikah dan tinggal di daerah lain, sangat shock ketika mendengar berita itu. Ia tak tahan dengan keadaan tersebut hingga akhirnya ia jatuh pingsan dan kemudian meninggal seketika. Kini wanita itu tinggal sebatang kara, semua orang yang dicintainya telah dianmbil kembali oleh Yang Kuasa.
Abu Hasan lantas bertanya, “Bagaimanakah kesabaranmu dalam menghadapi tubian musibah itu?”. Wanita itu menjawab, “Tiada seorangpun yang dapat membedakan antara sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan diantara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Sedangkan mengeluh sesungguhnya ia tidak mendapat ganti apapun kecuali sia-sia belaka”.
Cerita ini seakan mengembalikan kesadaran kita, bahwa musibah bukan hanya untuk dikeluhkan, ia harus menjadi sarana untuk bersabar. Karena, musibah dan kebahagiaan sebenarnya saling beriringan.
Menghadapi musibah dengan tersenyum bukanlah hal yang mudah. Hanya mereka yang paham arti musibah yang mampu melakukannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

